Sangihe, Swarakawanua.id-Dinas Kesehatan melaksanakan Pertemuan Verifikasi dan Analisis Data MPDN serta Evaluasi Kematian ibu dan bayi bagi para Bidan yang ada di 17 Puskesmas Dan 2 Rumah sakit serta para Kepala Puskesmas yang ada disangihe,Rabu(10/12/2025).
Kegiatan Evaluasi MPDN dan kematian ibu dan bayi bagi bidan yang ada di 17 Puskesmas, 2 Rumah sakit dan Kepala Puskesmas dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan dr Handry Pasandaran ME.
Pasandaran menegaskan,bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak adalah investasi penting untuk masa depan daerah. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Evaluasi Kematian Ibu Dan Bayi dan MPDN bagi Bidan.
“Bidan memiliki peran strategis dalam mencegah angka kematian ibu dan bayi. “Bidan adalah garda terdepan dalam memastikan keselamatan ibu dan anak sejak masa kehamilan hingga nifas,” ucap dr Handry Pasandaran.
Lanjutnya,Melalui Evaluasi ini, kami berharap setiap bidan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menangani kehamilan, persalinan, serta perawatan pasca melahirkan. Semua itu adalah wujud nyata upaya pencegahan dini terhadap risiko yang mengancam keselamatan ibu dan bayi, jelasnya.
Para peserta Evaluasi, yang sebagian besar adalah bidan dari berbagai wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe, tampak antusias mengikuti materi. Mereka menyadari bahwa peningkatan kualitas pelayanan bukan hanya soal keterampilan teknis, melainkan juga tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Dengan berlangsungnya evaluasi ini, pemerintah daerah berharap terjadi penurunan angka risiko kesehatan ibu dan anak di Sangihe. “Kesehatan ibu dan anak adalah fondasi kualitas generasi masa depan,” pungkas Pasandaran.(Gops07)
























