Caption Foto: Pelaksana Tugas Kumtua Desa Batu, Ferry Rotti.
MINUT, SwaraKawanua.ID – Guna menunjang Program Ekowisata Pemerintah Kabupaten Minhasa Utara (Pemkab Minut) Pelaksana tugas (Plt) Hukum Tua Desa Batu Kecamatan Likupang Selatan Ferry Rotti menyatakan Desa yang di pimpin olehnya (Desa Batu,red) siap dengan agrowisata buah.
“Sebagai pemerintah desa, setiap gebrakan bupati dan wakil bupati pimpinan kami, maka kamipun siap menunjang,” ucapnya.
“Selain saya ASN anakbuah bupati – wakil bupati, saya juga pejabat hukumtua. Jadi, apa saja program pimpinan saya, pasti saya dukung. Contohnya target Minut sebagai gerbang Ekowisata,” jelasnya.
Diketahui, Desa Batu adalah salah satu Desa Berpotensi Pariwisata, dari 36 desa di Minahasa Utara.
Selain mempunyai kekayaan alam diatas rata-rata, Desa Batu juga dikenal dengan buah, seperti buah durian, rambutan, langsat dan duku berlimpah jika musimnya tiba.
“Desa Batu juga memiliki sektor pariwisata pendukung yang masih butuh sentuhan perbaikan dan sedikit pemutakhiran. Sebut saja air terjun, situs budaya dan legenda para leluhur yakni zaman para pendahulu,” ungkap Rottie.
Yang pasti, sebagai orang Minahasa Utara khususnya Desa Batu, Ferry Rottie punya rencana jangka panjang untuk membangun kampung halamannya.
“Disamping membangun kampung halaman saya, pemerintah dan masyarakat Desa Batu akan selalu mendukung semua program kerja serta cita-cita Pemkab Minut, seperti yang diharapkan Pak Bupati Joune Gand – dan wabup Kevin W Lotulung untuk untuk Ekowisata Minut,” urai Rottie.
Terekat masalah dirinya yang sudah memecat tiga (3) perangkat desa, dengan santun ditampiknya.
“Kalau memberhentikan satu orang, memang benar, tapi hanya satu orang, yaitu Pala Jaga VII, bukan tiga atau empat orang seperti yang dikabarkan,” jelas Ferry.
Lebih jauh dikatakannya, keputusannya mecopot Kepala Jaga VII, sudah melalui prosedur.
“Dia sering cari masalah dan, ajak-ajak bikin keributan sambil mengajak massa. Saya tidak langsung memecat dia, tapi dikirim surat perintah pertama, kedua, dengan tujuan, dapat membina dia, namun tetap tak digubris sehingga kami tetpaksa layangkan SP 3 bersama ucapan terima kasih,” tandas Ferry sembari menambahkan, semua yang dilakukannya adalah demi memajukan dan mendisiplinkan masyarakat adat Desa Batu. (Mesakh)




























