Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Dugaan Pembunuhan Tante Nona Belum Diketahui

MINUT, SwaraKawanua.id – Federica Maluega (70) atau biasa di sapa Tante Nona warga Kelurahan Saronsong Dua, Kecamatan Airmadidi, kabupaten Minut, Propinsi Sulut, Senin (12/4/21) ditemukan sudah tak bernyawa dan bersimbah darah di rumahnya.

Berdasarkan keterangan saksi Ningsih (50) asisten rumah tangga korban, Pukul 08:45 WITA bersama dengan Jein Mangundap (52) tiba di rumah korban. “Kami heran karena sudah jam segini rumah masih dalam keadaan terkunci ditambah kami juga telah mengetuk pintu rumah berkali-kali serta memanghil korban belum juga keluar,” urai saksi.

Merasa ada yang tak beres, keduanya segera melapor ke pemerintah setempat dalam hal ini ketua RT Wilson Wenas (56) sekaligus mengajak ketua RT untuk membuka paksa pintu rumah Ibu Frederica. “Sebelum membuka paksa pintu belakang rumah korban, kami telah menghubungi anak sulung korban dan telah di ijinkan untuk mendobrak,” ujar ketua RT.

Setalah berhasil masuk kecurigaan dan rasa penasaran saksi benar adanya melihat pintu kamar korban sudah terbuka serta menemukan korban tergeletak di lantai dalam keadaan meninggal serta bersimbah darah dengan luka dibagian kepala dan tangan. “Sudah tak bernyawa, kami juga langsung memberitahukan anak korban untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib,” tambah Wenas Ketua RT.

Setelah kedua saksi memberitahu Reza Djafar yang mana iibunya sudah meninggal dengan keadaan luka di bagian kepala dan tangan, pukul 11.25 Wita Reza menghubungi pihak Kepolisian yang langsung mengutus Anggota Polres Minut, dan babhinsa Kelurahan Saronsong 2 Serda Lahaidi. Atas perkenan keluarganya, jenasah ibu Frederica (Ibu Nona) dibawa ke RS Bhayangkara Manado untuk diotopsi.

Perlu diketahui, setelah suaminya meninggal, Ibu Frederica atau Ibu Nona Maluega tinggal sendirian di rumah/toko. Nanti pada pagi atau siang hari barulah dua pembantunya Ningsih dan Jein Mangundap datang menemani.

Kapolres Minahasa Utara AKBP Grace Rahakbau melalui Kasat Reskrim AKP Fandy Ba’u, mrmbenarkan adanya penemuan mayat di Kelurahan Sarongsong Dua.
“Diduga korban tewas karena ada tanda-tanda kekerasan pakai senjata tajam. Jenasah diijinkan untuk di outopsi, sedangkan area rumah yang menjadi TKP, di polis-line demi pengembangan dan tindak lanjut kasus ini,” jelas mantan Kasat Narkoba Polres Minut.

Adapun motif dari pembunuhan, lanjut AKP Fandy, masih dalam penyelidikan. “Namun untuk sementara, dari hasil olah TKP awal, diduga pelaku hendak lakukan pencurian, dan dipergoki korban. Nah, itulah dugaan sementara penyebab hingga pelaku menghabisi korban,” tandas Kasat.

Sampai berita ini naik, di TKP aparat polisi (Polres Minut dan Polsek Airmadidi), tetap berjaga. dan berapa untuk mengungkap siapa pelakunya, karena sampai saat ini belum diketahui. (Mesakh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed