MINUT, SwaraKawanua.id – ‘Paal Tunjung’ yang berada di Kelurahan Airmadii, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) merupakan salah satu icon kebanggan Tanah Tonsea.
Masyarakat Airmadidi menuntut status ‘paal tunjung’ hal it terungkap ketika reses di Kelurahan Soronsong Jumat (23/4/21) lalu oleh anggota DPRD Minut dari Fraksi Partai NasDem Fredrik Runtuwene.
“Masyarakat sangat menginginkan itu apa lagi dalam bahasa kita ‘Orang-orang tua dulu’ mengharapkan hal tersebut mengingat sejarah dari ‘paal tunjung’ sangat melekat dengan Airmadidi,” ujar Runtuwene.
Uche sapaan akrab anggota DPRD dua periode ini juga menjelaskan sejarah dari ‘paal tunjung’ tersebut meruapakan titik nol awal untuk Kabupaten Minut. Jadi, masyarakat sangat berharap besar adanya penetapan status, dan pemeliharaan terhadap icon terbaik masyarakat Airmadidi.
“Sebelum ditetapkannya Zerro Point di Jalan Soekarno dan SBY di Desa Matungkas oleh Pemerintah ‘paal tunjung’ Airmadidi sudah lebih dulu menjadi titik nol sebab terhubung dengan dua kota Besar yakni Manado dan Bitung serta Kabuapten Minahasa (Tonsea Lama). Masyarakat sangat berharap perbaikannya di Jarak tempuh menuju ke dua Kota dan Kabupaten terhubung,” jelas Runtuwene.
Selain itu, Runtuwene juga mengungkapkan dalam reses tersbut selain ‘paal tunjung’ yang menjadi hal menarik ketika di bahas. Ada juga yang hal menarik lainnya yakni terkait drainase RSU GMIM Airmadidi ketika curah hujan besar air bisa meluap.
“Karena drainase di daerah tersbut harus dilakukan perbaikan sebab kalau hujan lebat dapat meluap sampai ke Keluarahan Airmadidi bawah dan Rap-rap yang berdampak karena tidak aktivnya drainase,” tutur Runtuwene semabari menambahkan dirinya siap membawa apa yang menjadi aspirasi rakyat tersebut.(Mesakh)






















