Caption::Kapolsek Tomohon Tengah Kompol. La Daena. (*).
Tomohon, Swarakawanua.id-Kasus dugaan penyekapan dan pengancaman terhadap seorang oknum Karyawan Wanita (Karyawati) yang disinyalir dilakukan oleh Pemilik Mini Market Sari Madu Tomohon, yang terjadi Jumat (24/6/2022) berbuntut panjang. “Informasi terbaru kasus ini tengah diseriusi oleh Pihak Kepolisian.
Kepada media ini, Minggu (26/6/2022) Kapolres Tomohon Kapolres Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Arian Primadanu Colibrito SIK MH melalui Kapolsek Tomohon Tengah Kompol. La Daena menegaskan bahwa kasus dugaan penyekapan dan pengancaman yang terjadi di Mini Market yang beralamat di Kelurahan Matani Tiga Jl. Sam Ratulangi Kota Tomohon tengah di selidiki oleh pihaknya.
“Besok, Senin 27 Juni 2022 pemilik Mini Market Sari Madu akan kami panggil untuk dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik, Sedangkan untuk karyawan (terduga korban) tersebut sudah dilakukan BAP terlebih dahulu, singkat Kapolsek.
Sebelumnya Kapolres Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arian Primadanu Colibrito SIK
Juga menegaskan bahwa pihaknya sementara mendalami masalah yang menghebohkan ini.
“Jadi kalau ada oknum – oknum yang mengaku pernah menjadi korban di Mini Market tersebut kami himbau harap melaporkannya ke Polisi, Jangan takut melapor pasti kami layani, timpal Kapolres.
Kronologi Peristiwa:
Sebelum terangkat ke publik peristiwa menggemparkan ini diketahui bermula saat sejumlah pengendara motor sedang berada di Mini Market Sari Madu yang beralamat di Kelurahan Matani Tiga Jl. Sam Ratulangi Kota Tomohon.
Kepada media ini Mereka yang minta namanya tidak disebutkan menuturkan saat mereka berada di Mini Market Sari Madu, tiba – tiba datang seorang perempuan dari dalam Mini Market itu dengan wajah takut datang bergegas memberikan sehelai kertas. dan setelah itu perempuan itu langsung masuk lagi ke dalam Mini Market tersebut.
“Torang kira kartas apa itu ibu ada kase tinggal di meja. pas torang pe baca torang takage, kong torang langsung pigi bapor di Polsek Tomohon tengah”, ucap mereka dengan dialek Tomohon.
(Kami pikir kertas apa yang diberikan oleh perempuan tersebut, saat kami baca, kami terkejut dan langsung melapor ke Polsek Tomohon Tengah)
Dikatakan mereka (sumber. Red) adapun isi surat tersebut bunyinya sebagai berikut.
“Siapa saja Tolong Saya!! Saya tidak bisa menghubungi orang tua saya, karena HP saya disita sampai kemarin sama bos dan saya mau pulang pak, tapi harus menebus uang 500 ribu tapi saya sudah tidak punya uang pak. Mba sudah beli tiket buat besok tapi karna saya tidak bisa mengembalikan uang 500 ribu HP saya di sita dan saya kalau nangis mau di kurung di gudang, siapa saja tolong saya.
Sehingga lanjutnya, mereka pun langsung melaporkan surat misterius tersebut ke Mapolsek Tomohon tengah, dan tidak berselang lama kemudian Polisi pun langsung menjemput perempuan tersebut dan mengamankannya ke Mapolsek Tomohon Tengah. (Danz*).





















