Manado, Swarakawanua.id,-Menanam pohon merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan manusia terhadap bumi. Dengan pohon dan hutan yang baik, maka akan memberikan kesejahteraan yang baik pula untuk manusia.
Salah satunya kita bisa terhindar dari ancaman bencana alam akibat kerusakan hutan dan lingkungan sekitarnya.
Hal ini diungkap Tokoh Nasional asal Kawanua (Sulawesi Utara), Irjen Pol (Purn) Dr, Ronny F. Sompie, S.H.,M.H, Kamis (27/04).
Mantan Kapolda Bali, Irjen Pol (Purn) Dr, Ronny F. Sompie, S.H.,M.H sendiri meminta masyarakat untuk turut serta dalam kegiatan penanaman pohon. Dirinya menjelaskan, pihaknya tidak selalu mampu membuat kegiatan yang luar biasa dalam pandangan banyak orang.
“Setidaknya kami bisa berbuat kegiatan sederhana dalam lingkup kecil dengan perhatian yang besar. Contohnya, batanam satu pohon di kawasan hutan lindung Gunung Klabat,” ucapnya.
Dirinya menguraikan, di wilayah sekitaran kaki gunung Klabat jika berkerinduan melakukan penanaman satu pohon maka pelestarian lingkungan di hutan Gunung Klabat akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara khususnya.
“Untuk itu marilah masyarakat menanam pohon sedini mungkin untuk penyediaan air sekaligus untuk memperbaiki sumber air yang ada di sekitar. Dengan menanam pohon, akan bermanfaat untuk masyarakat melihat berbagai fungsinya. Menanam pohon adalah menanam kebaikan. Sekaligus memperbaiki fungsi hutan, sekaligus kita memperbaiki lingkungan hidup yang sehat. Karena alam ini merupakan warisan anak cucu sehingga kita harus sebanyak banyaknya menanam, sesering mungkin menanam,” ungkapnya.
Selain untuk menyediaan air, menurutnya manfaat lain yang bisa diambill yakni sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas udara. Selain itu, sebagai langkah untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai pengendali banjir, longsor dan erosi. Adapula keanekaragaman hayati yang akan tercipta dengan menanam pohon selain berfungsi meningkatkan daya tampung daerah aliran sungai.
“Kalau daerah hulu sehat, otomatis di daerah bawah itu sehat. Mulai sekarang indeks kualitas lingkungan hidup sudah masuk RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah-red), artinya kita harus sudah melakukan aksi kegiatan untuk memperbaiki kualitas hidup. Ada tiga unsur yakni unsur air 30 persen, udara 30 persen, 40 persen kualitas tutupan lahan yang terdiri dari tanaman pepohonan,” tutupnya. (Danz*).




















