SMPN 1 Manado Diskriminasi Siswa Miskin, Anggota Dewan Gerindra ‘Ngamuk’ Walikota di Paripurna, Kadis Diknas Cuma Lip Service

Capton; Anggota Dewan Manado, Jendry Ambrain. (*).

Manado,Swarakawaua.id-SMP Negeri  1 Manado mulai mengexclusivkan diri dari masyarakat kurang mampu alias miskin di Kota Manado dalam penerimaan siswa baru.

Buktinya, dalam Sistem Pendaftaran Siswa Baru (SPMB) tahun ini di SMP Negeri  1 Manado, terjadi diskriminasi terhadap masyarakat miskin yang ingin masuk ke sekolah paling unggulan di Kota Manado itu.

Temuan kejanggalan penerimaan siswa baru di SMP Negeri 1 Manado ini, membuat legislator vokal di Dewan Manado Jendry Ambrain ngamuk-ngamuk ke Walikota Manado dalam rapat paripurn baru-baru ini.

Jendry Ambrain menuturkan Dia menemukan dua iteam kejanggalan paling menonjol dalam penerimaan siswa baru di SMP tersebut.

Kejaggalan pertama kata politisi Partai Gerindra ini yakni di  bidang prestasi dan kedua adalah bidang afirmasi.

“Selain bidang prestasi,, saya mendapat kejanggalan di afirmasi. Di bagian PIP atau sejenisnya. Dari 480 siswa yang diterima di SMPN 1, jalur afirmasi itu 20 persen. Coba dikalkulasikan bersama, berarti ada 96 siswa. Nah, yang diterima di situ hanya 1 orang dari data afirmasi yang saya investigasi langsung. Dari 96, . Sehingga saya berasumsi dan katakan bahwa SMPN 1 Manado tidak menerima siswa miskin atau sekolah ini diskriminasi siswa miskin,” tegasnya.

“Apakah benar yang mendaftar di SMPN 1 ini tak ada dari PIP untuk afirmasi? Ini harus menjadi catatan dan akan saya telusuri kembali,” kata Dia.

Dirinya mengaku ada banyak yang mengeluh dan menangis karena tidak diterima di SMPN 1 Manado.

“Sekali lagi, ini sangat janggal. Sehingga saya mengambil kesimpulan bahwa jangan-jangan ada permainan antara Kadis Pendidikan Manado dengan panitia sehingga siswa miskin tidak diterima.di sekolah ini,” beber Dia.

Anggota DPRD Manado dari Dapil Tikala Paal 2 ini menyayangkan jika Walikota Manado Andre Angouw telah menyampaikan bahwa penerimaan siswa baru harus adil  dan merata serta akuntabel. Artinya, pihak panitia penerimaan siswa baru harus mengacu aturan yang ada.  Kendati Walikota sudah menyampaikan hal demikian, tapi praktlk di lapangan ternyata menjadi lain. Dimana Siswa miskin didiskriminalisasi oleh SMP 1 Manado..

Selain Walikota Andrei Angouw ternyata Kadis Diknas Manado juga tak care terhadap imbauan Walikota Manado Andrei Angouw terkait penerimaan siswa baru di Manado.

Dimana kata Jendry Ambrain, pernyataan Kads Diknas Manado tidak ada diskriminasi dalam penerimaaan siswa baru. Tapi kenyataan lanjut  politisi Gerindra Manado ini, hanyalah sebuah lip service kepada publik.

“Deng dia (Kadis red) pe atasan  so bilang harus mengacu aturan dia nd dengar apalagi cuma torang mewakili masyarakat paleng dia towo akang le,” tutup Jendry Ambrain. (Danz*).



(

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *