Manado, Swarakawanua.id-Para Senior KNPI di Sulut, Jumat (28/10/2022) kemarin menggelar kegiatan Dialog dengan mengangkat Tema Bersatu Membangun Bangsa Menuju 5 Dekade KNPI.
Kegiatan yang dipusatkan di Ex Sekretariat KNPI Sulut tepatnya di kompleks gedung KONI, dilaksanakan bertepatan dengan momen hari Sumpah Pemuda.

Hajatan itu punya nilai sangat penting dan bersejarah, karena Senior KNPI Sulut sudah melahirkan beberapa pemikiran bagi kalangan pemuda di Sulawesi Utara (Sulut).
Ada tiga poin penting yang dicetuskan dalam Forum Senior KNPi yakni mendukung Rio Dondokambey sebagai Ketua KNPI Sulut, Mengatasi krisis pangan global tahun 2023, senior KNPI mendukung program Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE Mari Torang “Bakobong” dan ketiga yakni Meningkatkan SDM Pemuda di Sulut serta tidak ada misi politik dalam forum senior KNPI.
Para senior KNPI Sulut yakni Edos Kerap, Roy Maramis, Vian Walintukan, Didi Syafii, Danny Pesik, Remmy Ngangi, Adi Palit, Alo, Tenny Assa dan sejumlah senior lainnya menegaskan, tidak ada KNP Sulut lain, selain KNPI yang dipimpin ‘putra mahkota’ Rio Dondokambey.

“Secara tegas kami garis bawahi, bahwa KNPI di Sulut hanya satu yang diakui Pemerintah Provinsi Sulut, yang dipimpin Rio Dondokambey,” tegas Edos, Vian Walintukan, Didi Syafii, Remmy Ngangi dan Danny Pesik.

Dikatakan Edos, di Jakarta sudah ada sekitar 5 organisasi KNPI yang semuanya mengkantongi SK Kemenkumham tapi di Sulut KNPI hanya satu di bawah kendali Rio Dondokambey.
“KNPI adalah mitra pemerintah dan harus bersinergi dengan pemerintah Sulut yang dipimpin Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Sehingga forum senior hanya mengakui kepengurusan KNPi yang diakui Pemprov Sulut,” kata Edos, Roy Maramis, Didi.Syafii dan Vian Walintukan.
Dikatakan Roy Maramis bahwa siap atau tidak siap, pada tahun 2023 akan terjadi resesi dunia, sehingga hal ini harus disikapi serius oleh pemuda di Sulut Dia mengatakan, krisis pangan yang diprediksikan terjadi tahun depan, maka program Mari Bakobong oleh Gubernur Sulut, dinilai sangat tepat di moment hari Sumpa Pemuda ini.

Sehingga Forum Senior KNPI mendorong seluruh Pemuda Sulawesi Utara manffarkan lahan-lahan perkebunan yang ada di desa untuk kegiatan bertani. “Mau atau tidak mau, siap atau tidak siap, kita harus mempersiapkan diri menghadapi ancaman krisis pangan sedunia, karena itu, pemuda didorong untuk bercocok tanam lewat program Mari Torang Bakobong,” ucap Roy Maramis.
Tak kalah penting dari dua poin di atas, SDM Pemuda Sulut harus disiapkan supaya tidak tergusur dengan perkembangan dunia era digital. “Kalo Torang pigi di Bali, orang bule Lebe tau bahasa Indonesia tapi Torang mo babahasa Inggris pe susah. Paleng baku lewat dengam bule cuma angka tangan sambil kata hello,” katanya.
Karena itu, pemuda adalah pilar pembangunan bangsa sehingga harus dibekali SDM yang memadai sehingga Pemuda di Sulut menjadi pemuda pemudi yang tangguh dan hebat.
Dia juga menyentil bahwa forum senior KNPI ini, tidak ada misi-misi politik, walaupun di dalamnya ada warna-warni tapi semua untuk kemajuan daerah Sulut yang tercinta dipimpin oleh OD-SK. “Kita bersinergi dengan pemerintah untuk memberikan pandangan-pandangan serta pemikiran-pemikiran yang strategis demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” tutup Roy Maramis. (Danz*).


























