Manado,Swarakawanua.id-Tidak semua kepala daerah bisa dengan mudah membangkitkan dan membangun prestasi dunia olahraga terlebih di Sulut.
OD-SK sudah membuktikan hal itu lewat tangan dingin Ketua KONI Sulut, Steven Kandouw yang tercatat Wakil Gubernur Sulut dua periode ini.
Bahkan Steven Kandouw sudah mulai memanen hasil kerja keras di bidang olahraga.
Dimana orang nomor dua Sulut ini turun langsung mendampingi Kontingen PON Sulut di Aceh,
Steven Kandouw menjadi saksi mata sukses besar para atlet Sulut menyabet beragam prestasi cabang olahraga di PON XXI. Menjadi sangat indah karena prestasi Steven Kandouw itu justru silau di tengah figur -figur lain yang saat ini sedang merancang teori membangun olahraga Sulut.
SK dinilai berkarisma menukangi bidang olahraga di Sulut. Memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulut,
SK terbukti membangkitkan prestasi olahraga daerah di pentas nasional.
Itu dilihat dari statistik pencapaian PON XXI di Aceh yang barusaja selesai.
Sulut meraih 10 medali emas, 14 perak dan 41 perunggu. Jumlah ini naik berlipat-lipat dari PON sebelumnya yang digelar di Papua XX tahun 2021.
Dari Aceh kru Komentar.ID melaporkan, satu hari menjelang penutupan PON XXI/2024 Aceh-Sumut, Kontingen Sulut sukses menambah perbendaharaan medali emas sebanyak 4 keping, perak 5 keping dan perunggu 3 keping.
Empat emas hasil sumbangsih Cabang Olahraga Tinju (3) dan Kick Boxing (1) serta perak Tinju (2), Gateball (2) dan Bola Basket 3×3 (1} plus 3 perunggu Biliard (1) dan Kick Boxing (2) mengantarkan Kontingen Sulut masuk 20 besar dengan total 41 medali.
Hasil capaian 10 emas, 13 perak dan 18 perunggu sekaligus mengangkat pamor Sulut di ajang pesta olahraga paling akbar di Bumi Nusantara.
Sebab, lewat perolehan sejumlah 41 medali dan masih berpeluang bertambah menyusul lolosnya Michael Manumpahi ke babak final Cabor Kempo, Kontingen Sulut kini menempati posisi ke 17 dari 38 Provinsi peserta PON XXI/2024.
Sebelumnya di PON XX Papua, Kontingen Sulut hanya menempati posisi ke-23 dari 34 provinsi peserta PON dengan jumlah medali 21 keping yang terdiri dari 4 emas 6 perak dan 11 perunggu.
Jumlah emas di PON Papua hanya disumbangkan 2 cabor yakni tinju dan muaythai masing masing 2 keping.
Sementara di PON XXI Aceh Sumut 2024, 10 medali emas terbagi di Cabor Tinju (3), Hapkido (3), Bridge (1), Selam Laut (1), Muaythai (1) dan Kick Boxing (1).
Artinya, jumlah cabor penyumbang medali emas bagi Sulut bertambah dibanding di PON Papua yang hanya dua yakni tinju dan muaythai.
Kebijakan KONI Sulut melalui Ketua Umum Drs Steven Kandouw memberangkatkan cabor yang lolos PON secara murni dan tidak mengakomodir cabor yang lolos kuota, berdampak positif dalam upaya untuk mendongkrak perolehan medali emas lebih banyak dari PON Papua.
Selain itu, penerapan disiplin setiap cabang olahraga sepanjang pelaksanaan Pelatda PON baik secara desentralisasi (TC Luar) maupun sentralisasi (TC Dalam).
Selain itu, memiliki kontribusi peningkatan prestasi, khususnya perolehan medali yang naik secara signifikan dibandingkan dengan hasil PON Papua 2024.
Artinya, kontingen Sulut mencapai target raihan medali emas melebihi PON Papua 2021.
Ketua KONI Steven Kandouw berterima kasih kepada semua atlet dan stakeholder yang bertahun – tahun mempersiapkan diri mengikuti PON dan meraih hasil yang memuaskan.
“Terima kasih untuk dedikasi, ketekunan berlatih dan tekad membawa prestasi untuk Sulut. Ini buah kerja keras atlet, pelatih dan semua elemen yang menyokong olahraga Sulut,” ujar Kandouw.
Terpisah, aktivis Sulut Jefrey Sorongan memuji kepemimpinan SK yang tidak hanya bersinar di urusan pembangunan dan pemerintah tapi dunia olahraga.
“Prestasi Sulut di PON Aceh kalo ini adalah cerminan kesungguhan seorang SK sebagai Ketua KONI. Ini tidak muda karena untuk mendapatkan semua pencapaian ini, pemimpin seperti SK harus melaksanakan evaluasi yang serius, memastikan anggaran yang betul -betul berpihak pada dunia olahraga dan komunikasi yang bagus dengan para atlet atau pelaku olahraga,” Sorongan.
Merujuk pada prestasi PON ini, Sorongan menyebutkan SK adalah sosok yang paling layak memimpin Sulut ke depan karena terbukti secara statistik -empirik membangun kultur olahraga Sulut yang semakin baik.
“Masyarakat kita pencinta olahraga yang merindukan prestasi. Dan Steven Kandouw berani membuktikan harapan masyarakat Sulut,” pungkas Sorongan. (Danz*).


























