Manado, SwaraKawanua.ID-Ketua Gerakan Menyelamatkan Anggaran Dasar Partai Demokrat Wilayah Sulawesi Utara Vecky Gandey angkat bicara mengenai pernyataan omong kosong pengurus DPC Partai Demokrat Kotamubagu Geral Piter Runtuthomas terkait uang Rp100 juta yang tidak direalisasi kubu Moeldoko dalam hajatan Kongres Luar Biasa (KLB) di Sumatera Utara (Sumut) pada tanggal 5 sampai 7 Maret 2021.
Gandey menyebut, Wakil Ketua Demokrat Kota Kotamobagu itu dianggap sedang tidur menghayal uang Rp100 juta dan membangun opini omong kosong untuk dikonsumsi publik khususnya internal Demokrat.
Gandey menegaskan, pihaknya tidak pernah menjanjikan uang Rp100 juta. Apalagi sekelas Geral yang bukan pemilik hak suara sah. Kata Gandey, Geral hanya ingin menonton KLB Deli Serdang.
“Dia suka pesiar, suka ikut. Saya bilang silahkan. Tidak memaksa. Saya hanya memberi Rp5 juta itu untuk operasional. Namanya juga orang suka ikut. Tentu butuh operasional. Jadi bukan Rp100 juta. Mau ngapain juga menjanjikan Rp100 juta untuk yang bukan pemilik suara sah,” jelas Gandey kepada Fakta88.com, Selasa (9/3/2021) subuh sebagaimana dilansir SwaraKawanua.ID
Gandey melihat, Geral membangun opini publik, seolah-olah dirinya menjadi korban KLB. Apalagi Geral menyatakan KLB ilegal dan abal-abal.
“Tadinya ikut mendukung KLB meski bukan pemilik suara sah. Giliran Rp100 juta tidak menjadi kenyataan, baru bilang KLB abal-abal. Ini kan pernyataan orang labil,” ujar Gandey.
Gandey menunjukan isi percakapannya dengan Geral di WA yang tidak memuat perjanjian Rp100 juta sebagaimana yang dikoar Geral. Dalam percakapan itu, Geral tiba-tiba meminta uang Rp5 juta karena ingin berangkat ke Deli Serdang. Geral juga sempat batal menemui Gandey karena mobilnya rusak.
“Jadi percaya Geral, berarti Anda yakin dengan omong kosongnya sendiri,” kunci Gandey. (dns/tim)






















