Caption: Bule Inggris Matthew Saat Berada di Lokasi Tambang Ilegal Nonahoa
Manado,Swarakawanua.ID-Sikap Polda Sulut dan Polres Mitra terhadap kegiatan tambang ilegal di Kacamatan Ratatotok khususnya di lokasi Gunung Nonahoa patut dipertanyakan.
Jika kegiatan tambang ilegal dilakukan oleh warga pribumi terkadang ditertibkan bahkan ditutup. Namun seorang bule Inggris bernama Matthew lokasi tambang ilegalnya tak tersentuh hukum dan terkesan diistimewakan.
Padahal sudah jelas-jelas kegiatan tambang ilegal dari bule Inggris Matthew bekerja sama dengan Ronald Wonok merupakan hasil rampasan tanah warga Ratatotok milik keluarga Lintong.
Karena itu, masyarakat meminta Polda Sulut dan Polres Mitra jangan tutup mata terhadap kegiatan tambang ilegal dari Bule Inggris Matthew.
“Pak Gubernur YSK sudah berjuang bagi para penambang rakyat, sehingga RTRW sangat menguntungkan kita masyarakat. Namun herannya walaupun sama-sama bermain di lokasi tambang ilegal tapi terkadang warga pribumi yang punya hak lebih besar bahkan ditertibkan, sedangkan bule Inggris Matthew lokasinya aman dari polisi. Mungkin karena koordinasinya lebih bagus, sehingga terkesan lokasi tambang ilegal Matthew di gunung Nonahoa aman,” ucap sejumlah warga penambang saat menghubungi Media tadi malam.

Warga meminta Polisi bukan saja menertibkan lokasi tambang ilegal bule Inggris Matthew tapi yang bersangkutan juga harus ditangkap. “Bukan cuma lokasinya ditutup tapi Polda dan Polres Mitra harus menangkap Matthew, karena kejahatannya bekerja sama dengan Ronald Wonok telah merampas tanah warga memakai sekitar 60 preman naik ke lokasi tambang ilegal gunung Nonahoa,” jelas warga penambang.
Seperti diketahui, bule Inggris bernama Matthew bekerja sama dengan lelaki Ronald Wonok telah melakukan pertambangan ilegal di daerah Ratatotok.
Bule Inggris Matthew dan Ronald Wonok untuk melakukan PETI di daerah Nonahoa dan nekat merampas lahan warga Ratatotok.
Sumber di Ratatotok menyebutkan, lahan yang dikuasai Bule Inggris dan Ronald Wonok adalah milik keluarga Lintong.
“Ronald Wonok mengatasnamakan IUP PT Minselano menguasai lahan kel. Lantong. Lahan di lokasi Nonahoa itu adalah peninggalan eks Newmont,” ujar sumber.
Lanjut sumber, untuk menguasai lahan tambang milik keluarga Lintong ini, Bule Inggris ini dan Ronald Wonok bawa sekitar 60 preman untuk merampas lahan tambang ilegal tersebut.
“Pernah ada komunikasi dengan mr. Liu yg mempertanyakan aktivitas yang mengatasnamakan Minselano di lokasi itu tapi mr. Liu mengatakan tidak ada aktivitas apa2 di lokasi itu,” kata sumber.
Sumber menyebutkan, orang yang berkomunikasi dengan Mr. Liu mengatakan bahwa Liu adalah owner Minelano. Tapi IUP PT Minselano sudah berakhir.
Karena itu, masyarakat dan keluarga Lintong minta pihak Polda Sulut menangkap bule Inggris yang nekat merampas hak rakyat di daerah Ratatotok.
“Kami minta Kapolda Sulut lewat Dirkrimsus untuk menurunkan tim ke daerah Nonahoa,” lanjut sumber.
Dia juga meminta Imigrasi keberadaan Bule Inggris tersebut. “Banyak pekerja asing ilegal di Ratatotok,” ucap sumber yang meminta namanya tak dipublish.
“Sama-sama main ilegal harusnya baku-baku bae bukan rampas-rampas lahan masyarakat,” tutupnya. (Danz*).




















